Tak Perlu Buru-buru Cari Juara Liga Champions

Liga Champions musim ini baru melewati pertandingan pertama, beberapa klub unggulan gagal meraih poin penuh.Tentu masih terlalu dini untuk memprediksi calon juara berdasarkan hasil matchday pertama.

Sederet hasil yang tak menggembirakan bagi klub-klub besar mengisi tajuk berita. Juara bertahan Liverpool mengalami kekalahan 0-2 dari kuda hitam Napoli, Barcelona bermain imbang tanpa gol dengan Borussia Dortmund, dan Real Madrid dihancurkan Paris Saint-Germain (PSG) 0-3. Begitu pula Juventus yang harus puas bermain imbang 2-2 di markas Atletico Madrid dan finalis Liga Champions Tottenham Hotspur ditahan imbang 2-2 oleh Olympiacos.

Berbeda dengan dua klub raksasa lainnya yakni Manchester City dan Bayern Munchen sukses meraih tiga poin pada laga perdana mereka. Man City menang meyakinkan 3-0 atas Shakhtar Donetsk dan Bayern Munchen menekuk Red Star Belgrad 3-0.

Sesaat setelah Liverpool takluk dari Napoli, tidak sedikit yang lantas menyambut dengan ketidakmampuan The Reds mempertahankan gelar juara. Terlebih sehari sebelum pertandingan, manajer Juergen Klopp sempat menyebut Liverpool bukan tim favorit di Liga Champions kendati berstatus sebagai juara bertahan.

Klopp mengakui kekalahan dari Liverpool, namun bukan berarti klub Merseyside Merah itu lantas sudah tercoret dari persaingan gelar juara. Masih banyak pertandingan yang bakal menentukan langkah menuju gelar juara, baik itu merupakan klub unggulan maupun non-unggulan.

Melihat pada musim lalu saja, langkah meyakinkan Barcelona pada matchday pertama dengan kemenangan empat gol tanpa balas atas PSV Eindhoven tidak mampu membawa Blaugrana tampil sebagai kampiun Liga Champions. Justru Liverpool yang terakhir tersenyum meski start dengan kemenangan susah payah atas PSG pada laga perdana.

Bagi kesebelasan yang meraih kemenangan pada matchday pertama, konsistensi menjadi adangan selanjutnya untuk meraih trofi Si Kuping Besar.

Pertandingan pekan pertama fase grup memang bukan tahap krusial kendati setidaknya bisa membuat sebuah klub mendapat kepercayaan diri.

Banyak faktor yang membuat klub-klub tidak langsung tampil greget pada pertandingan pertama Liga Champions. Cedera pemain yang membuat sebuah kesebelasan tidak berada dalam kondisi terbaik kerap menjadi penghalang tim menemukan performa terbaik.

Selain faktor cedera pemain yang berpengaruh pada kelengkapan skuat, awal musim juga menjadi masa penyesuaian bagi manajer untuk mencari susunan formasi terbaik.

Hal lain yang tak bisa dipungkiri terjadi dalam matchday pertama adalah penentuan lawan. Laga Napoli vs Liverpool, Borussia Dortmund vs Barcelona, dan PSG vs Real Madrid tidak lepas dari pengundian grup.

Liverpool, Barcelona, Real Madrid, dan Juventus tentu tak bisa menghindar dari kewajiban menghadapi lawan kuat. Terlebih bagi klub yang juga harus menjalani laga tandang bermain di hadapan suporter militan tuan rumah.

Waktu kompetisi yang berlangsung delapan bulan dengan fase grup dan fase gugur pada perjalanan satu musim Liga Champions sedikit memiliki kemiripan dengan liga domestik. Khususnya pada fase grup, kekalahan di awal masih bisa dibayar dengan lima laga lain yang masih akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Lagi pula hasil negatif pada laga pertama bisa saja menjadi pelecut untuk bangkit bagi klub-klub favorit juara. Tentu menarik melihat respons tim-tim besar yang gagal membawa pulang tiga poin pada matchday kedua yang akan berlangsung awal Oktober mendatang.

Kekalahan atau kemenangan pada matchday pertama belum bisa menjadi gambaran, kecuali jika kekalahan tersebut berlanjut hingga pekan-pekan selanjutnya atau kemenangan terus dipertahankan sampai laga puncak yang berlangsung Mei 2020 di Stadion Olimpiade Ataturk, Turki.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : cnnindonesia.com

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *