The Fed Sebut Pabrik-pabrik di AS Mulai Naikkan Harga

Pabrik-pabrik di Amerika Serikat mulai mengerek harga akibat kenaikan tarif yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kendati demikian, inflasi di sebagian besar wilayah AS berada dalam level yang moderat.

Hal ini termuat dalam laporan terbaru Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Laporan yang disebut “Beige Book” ini merupakan gambaran umum perekonomian AS yang disusun melalui diskusi dengan para pebisnis di 12 distrik pada September hingga pertengahan Oktober.

“Pengusaha melaporkan kenaikan harga barang jadi seiring kebutuhan terkait kenaikan tarif,” jelas The Fed, dikutip dari Reuters, Kamis (25/10).

Kenaikan harga terutama terjadi akibat biaya bahan baku yang tinggi terutama pada produk baja. Kendati harga barang meningkat, inflasi diperkirakan tak akan melonjak.

“Harga barang terus naik dengan kecepatan sedang di semua distrik,” jelas The Fed.

The Fed telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini guna menjaga inflasi atau kenaikan harga terlalu cepat. The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunganya pada Desember mendatang.

Presiden Donald Trump telah menaikkan tarif impor dari berbagai mitra dagang, termasuk China, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko sebagai balasan atas defisit perdagangan yang besar pada negara-negara tersebut.

Terlepas dari ketegangan perdagangan, The Fed menyebut kian ketatnya persaingan di pasar menyulitkan pengusaha untuk menemukan pekerja yang memenuhi syarat, termasuk insinyur yang sangat terampil, profesional keuangan dan penjualan, pekerja konstruksi dan manufaktur, profesional TI, serta pengemudi truk.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Antaranews.com

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *