Rupiah Menguat ke Rp 14.068 per Dollar AS Jelang Rilis Data Neraca Dagang

Kurs rupiah menguat pada Senin (15/4). Pada pukul 10.15 WIB, rupiah spot menguat 0,37% ke Rp 14.068 per dollar Amerika Serikat (AS) dari posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.120 per dollar AS. Ini adalah penguatan kurs rupiah di hari perdagangan ketiga.

Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) pun menguat 0,61% ke Rp 14.067 per dollar AS dari kurs Jumat lalu pada Rp 14.153 per dollar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengungkapkan, penurunan indeks dollar cukup menguntungkan rupiah. Ia pun memperkirakan indeks dollar bergerak turun hari ini di kisaran 96,6—96,8. Begitu pula dengan kurs dollar AS yang berpotensi melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia, terutama euro dan yen.

Pelemahan dollar AS didorong oleh meredanya kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan pertumbuhan ekonomi China setelah data ekspor China tumbuh 14,2% (yoy) di bulan Maret. Selain itu, data industrial Production Index China di bulan Februari hanya turun 0,3% (yoy) atau lebih rendah ketimbang di bulan Januari yang turun hingga 0,7% (yoy).

“Kedua data tersebut meyakinkan investor bahwa pertumbuhan ekonomi global tidak akan seburuk yang diperkirakan sehingga akhirnya investor akan lebih berani membeli aset yang lebih berisiko,” ungkap Mikail dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Akan tetapi rupiah masih dalam ancaman pelemahan. Sebab, besar kemungkinan neraca perdagangan Indonesia di bulan Maret akan kembali defisit.

Mikail memprediksi defisit neraca dagang di bulan Maret berada di kisaran US$ 400 juta—US$ 500 juta. Potensi defisit neraca dagang domestik dapat menjadi sentimen negatif bagi pergerakan rupiah di pasar. Mikail memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.100—Rp 14.150 per dollar AS pada hari ini.

 

 

 

 

Sumber : kontan.co.id
Gambar : Warta Ekonomi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *