Harga Emas Naik Tipis, Data Pekerja AS Masih Jadi Perhatian Investor

Harga emas menguat tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah menurunnya imbal hasil obligasi pemerintah. Namun kenaikan emas dibatasi di tengah menguatnya dolar AS.

Sementara itu, para investor juga masih menanti rilis data pasar tenaga kerja AS yang akan disampaikan akhir pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange naik USD0,9 atau 0,05% menjadi USD1.761,80 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (5/10/2021), emas berjangka turun USd6,7 atau 0,38% menjadi USd1.760,90.

“Emas telah mengambil kursi belakang untuk aset aman lainnya, dan banyak bergantung pada data penggajian non-pertanian AS, dengan logam kemungkinan akan bergerak menyamping sampai saat itu,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip dari Antara, Kamis (7/10/2021).

Adapun imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun setelah mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan, tetapi tetap di atas 1,5%.

Sementara itu, dolar AS menguat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan membatasi kenaikan lebih lanjut.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena Automated Data Processing Inc. melaporkan pada Rabu (6/10/2021) bahwa pekerjaan sektor swasta meningkat 568.000 pada September, lebih baik dari yang diharapkan.

Menyusul data yang menunjukkan kenaikan kuat dalam lapangan pekerjaan swasta AS pada September, fokus investor beralih ke data penggajian non-pertanian (NFP) utama AS pada Jumat (8/10/2021) yang diperkirakan akan menentukan rencana tapering Federal Reserve.

Di sisi lain, logam mulia seperti perak untuk pengiriman Desember turun 7,6 sen atau 0,34% menjadi USD22,532 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD17,4 atau 1,81% menjadi ditutup pada USD977,2 per ounce.

 

 

Sumber : okezone.com
Gambar : Sindonews.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *