Rupiah Semakin Perkasa ke Rp14.215 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.215 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (7/9) pagi. Mata uang Garuda menguat 7,5 poin atau 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya yang berada di area Rp14.222 per dolar AS.

Sementara, mata uang Asia bergerak bervariasi pagi ini. Tercatat, yen Jepang menguat 0,08 persen, won Korea melemah 0,18 persen, dan baht Thailand melemah 0,09 persen.

Di sisi lain, dolar Singapura menguat 0,09 persen, ringgit Malaysia menguat 0,03 persen dan yuan China menguat 0,04 persen. Kemudian, dolar Hong Kong dan peso Filipina bergerak stagnan.

Selanjutnya, mayoritas mata uang negara maju terlihat berada di zona hijau. Dolar Australia menguat 0,22 persen, poundsterling Inggris menguat 0,12 persen, dolar Kanada menguat 0,1 persen, dan franc Swiss menguat 0,15 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah masih akan menguat hari ini. Pasar masih optimistis bahwa The Fed akan menunda melakukan pengetatan moneter (tapering) karena data tenaga kerja AS tak sesuai proyeksi.

“Sentimen potensi penundaan tapering karena data tenaga kerja AS yang belum seperti yang diharapkan masih menjadi pendorong pelemahan dolar AS,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Ia memproyeksi rupiah bergerak dalam rentang support Rp14.180 per dolar AS sampai Rp14.200 per dolar AS dan resistance Rp14.260 per dolar AS.

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : BeritaSatu.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *