Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Ditahan

Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, dikabarkan telah ditahan bersama sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Menurut keterangan partai berkuasa di Myanmar pada Senin, 1 Februari 2021, penahanan dilakukan pada pagi hari.

Penahanan dilakukan di tengah ketegangan antara pemerintahan sipil Myanmar dan pihak militer atas hasil pemilihan umum pada November lalu.

Sebelumnya sepanjang pekan kemarin, militer Myanmar mengatakan bahwa kemungkinan kudeta tak dapat dikesampingkan jika keluhan mengenai dugaan kecurangan dalam pemilu diabaikan begitu saja.

Kamis kemarin, komisi pemilu Myanmar menolak tudingan bahwa kecurangan memainkan peran signifikan dalam kemenangan mutlak partai Suu Kyi, Liga Nasional Demokrasi (NLD).

Juru bicara NLD Myo Nyunt mengatakan bahwa Suu Kyu, presiden Win Myint, dan beberapa petinggi lainnya telah “dibawa” pada pagi hari.

“Saya ingin mengatakan kepada masyarakat untuk tidak merespons secara gegabah. Saya ingin mereka bertindak sesuai aturan hukum,” tutur Nyunt, yang juga menduga dirinya akan ikut ditahan.

Komisi pemilu Myanmar menyatakan NLD sebagai pemenang dalam pemungutan suara pada November 2020.

Kemenangan telak tersebut menjadi dorongan bagi Suu Kyi untuk berjuang memenuhi harapan publik yang tinggi. Di periode pertamanya, ia menghadapi berbagai gejolak, salah satunya mengenai situasi di Rakhine State.

NLD menang dengan selisih yang sama dalam pemilihan terakhir pada 2015 silam. Tahun itu merupakan pemungutan suara bebas pertama sejak berakhirnya kekuasaan militer.

Partai oposisi utama, Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan (USDP) yang didukung militer, mengajukan keberatan dan menuntut pemungutan ulang kala itu.

Seruan disampaikan USDP meski pengamat internasional dan domestik menyebut pemilu di Myanmar berjalan lancar tanpa kecurangan.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Republika

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *