Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Tangerang & Bogor

Puluhan rumah warga di Desa Sukamana, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang rusak setelah diterjang hujan lebat disertai angin puting beliung, Senin (28/9) petang kemarin.

Hujan dan puting beliung juga mengakibatkan beberapa kios rusak dan pohon besar tumbang di permukiman warga dan area jalan raya. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa yang diakibatkan hujan ekstrem ini.

“Menurut data yang kita terima dari para RT di sekitar desa Sukamanah, ada kurang lebih 40 rumah yang terdampak akibat puting beliung,” kata Kepala Desa Sukamana, Darul, dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Selasa (29/9).

Puluhan rumah warga mengalami kerusakan variatif seperti plafon ambrol dan beberapa dinding kayu jebol.

Darul pun meminta bantuan instansi terkait di pemerintahan untuk membantu memperbaiki kerusakan. Dia bilang warga tengah terlilit ekonomi di akibat pandemi.

Di waktu yang serupa, hujan lebat disertai angin kencang juga menerpa Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Angin kencang membuat beberapa baliho di sepanjang jalan rusak dan mengakibatkan beberapa pohon tumbang.

Puting beliung yang berlangsung selama 30 menit itu juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga. Kerugian kerusakan rumah warga ditaksir hingga ratusan juta.

“Di desa kami beberapa rumah yang runtuh dan pohon yang tumbang, tapi alhamdulillah desa kami tidak menemukan korban jiwa. Beberapa rumah yang runtuh kurang lebih kerugian sekitar ratusan juta rupiah,” kata Kepala Desa Kabasiran Jajang.

Selain di Kecamatan Parung Panjang, BPBD setempat juga mencatat Kecamatan Tenjo mengalami kerusakan parah akibat angin puting beliung. Warga terdampak pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabat lain yang tidak jauh dari lokasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi hujan lebat disertai angin bakal melanda wilayah di sekitar DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang hingga Bekasi (Jabodetabek) dalam beberapa hari terakhir.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan resmi mengatakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini dalam kurun waktu 27-29 September 2020.

Imbasnya, cuaca ekstrem ini juga memungkinkan terjadinya hujan lebat disertai petir, puting beliung, hingga fenomena hujan es. Masyarakat diminta mulai waspada terhadap cuaca ekstrem ini serta mempersiapkan mitigasi bencana yang baik.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *