Akankah Kontraksi Ekonomi Hong Kong Berlanjut?

Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan menyampaikan bahwa ekonomi kota itu diperkirakan mengalami kontraksi pada kuartal keempat setelah dilanda gejolak sosial selama 6 bulan terakhir.

Dalam unggahan blognya, Chan mengungkapkan pertumbuhan negatif akan terus berlanjut dan tidak dapat dihindari.

“Ini berarti pemerintah akan kurang fleksibel dalam memanfaatkan sumber daya keuangan di bawah tekanan resesi ekonomi,” tulisnya, dikutip melalui Bloomberg, Minggu (29/12/2019).

Protes pro-demokrasi yang diwarnai kekerasan sejak Juni telah merusak ekonomi Hong Kong, membuat para wisatawan enggan berkunjung dan berakibat pada penurunan penjualan ritel.

Pengunjung dari daratan China, yang merupakan kelompok wisatawan terbesar di kota itu, telah turun hampir setengahnya, sedangkan pendapatan ritel turun sekitar seperempat selama demonstrasi berlangsung.

Dalam pidato anggaran tahunan yang akan disampaikan Februari mendatang, Chan akan menyampaikan fokus pada dukungan bisnis, perlindungan lapangan kerja, menghidupkan kembali ekonomi dan mengurangi tekanan sosial.

Sepanjang tahun ini, Hong Kong juga menghadapi gejolak internasional seperti proteksionisme dan geopolitik.

“Daya saing inti pasar keuangan Hong Kong termasuk sistem perbankan dan sekuritas, nilai tukar terhadap dolar AS dan aliran modal bebas tetap kuat dan berjalan dengan tertib,” kata Chan.

Jumlah kedatangan pengunjung dari daratan China turun pada rekor tertinggi sebesar 46% pada Oktober, menjadi sedikit lebih dari 2,5 juta pengunjung atau kurang dari setengah rekor yang ditetapkan pada Januari.

Sementara itu, data terbaru untuk penjualan ritel Hong Kong, yang dulu merupakan pusat belanja wisatawan, menunjukkan penurunan 24,3%, terbesar sepanjang sejarah.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Kepala Sekretaris Administrasi Hong Kong Matthew Cheung mengatakan kekuatan kelembagaan kota seperti aturan hukum, pemerintahan yang bersih dan level playing field yang seimbang untuk bisnis tetap kuat dan utuh.

“Pemerintah akan memperluas saluran komunikasinya dengan publik, mendengarkan dan menanggapi lebih banyak pandangan dan masalah masyarakat di tahun mendatang,” katanya.

Pemerintahan Carrie Lam telah meluncurkan empat putaran bantuan ekonomi sejak Agustus.

Bantuan ini tidak akan menyelesaikan masalah ekonomi tetapi dapat membantu bisnis dan orang-orang Hong Kong tetap bertahan, sedangkan pemerintah kota berusaha untuk menyembuhkan komunitas yang terpecah belah dan ekonomi yang terpukul.

“Tahun 2019 merupakan tahun guncangan dan gejolak yang tak henti-hentinya bagi masyarakat dan ekonomi kita,” kata Cheung. “Enam bulan terakhir berat bagi kami, tapi kami akan tetap terus bergerak maju.”

Pemerintah memperkirakan kontraksi ekonomi tahunan sebesar 1,3% untuk 2019.

Tingkat pengangguran naik menjadi 3,2% pada November, tingkat tertinggi sejak Juli 2017.

Selama protes berlangsung, tambah Cheung, lebih dari 2.600 orang telah terluka, di antaranya lebih dari 500 petugas kepolisian.

 

 

 

Sumber : ekonomi.bisnis.com
Gambar : Ekonomi Bisnis

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *