Neraca Perdagangan September 2019 Alami Defisit US$160,5 Juta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja neraca perdagangan September 2019 mengalami defisit US$160,5 juta dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya US$85,1 Juta.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, neraca perdagangan Januari-September US$124,1 miliar masih mengalami defisit US$1,9 miliar. “Defisit ini dibandingkan dengan periode sama 2018, masih lebih rendah. Jadi defisit relatif menyusut,” katanya saat jumpa pers, Selasa (15/10/2019).

Sebelumnya, sejumlah ekonom masih memprediksi neraca perdagangan September 2019 akan mencatatkan defisit akibat melemahnya permintaan dari China sebagai dampak perang dagang dan peraturan relaksasi impor barang modal dari Kementerian Perdagangan.

Menurut ekonom Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja, kemungkinan neraca perdagangan September 2019 masih defisit karena perang dagang. Dia menilai, ada pelemahan pertumbuhan ekonomi China yang terlihat dari turunnya konsumsi dan permintaan ekspor dari Indonesia.

“Ada pertumbuhan ekonomi yang melambat di China, yang menyebabkan ada dampak ke permintaan terhadap komoditas,” ujar Enrico, Senin (14/10/2019).

Dia menilai, prediksi defisit itu masih cukup kecil, yakni di bawah US$100 juta.

 

 

 

 

 

Sumber : bisnis.com
Gambar : Merdeka.com

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

 

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *