Korban Tewas Akibat Badai di Puerto Rico Mencapai Hampir 3.000 Orang

Gubernur Ricardo Rossello menyebutkan dirinya “menerima” temuan investigasi independen tersebut. “Saya memerintahkan untuk memutakhirkan jumlah resmi korban meninggal menjadi 2.975 orang. Meskipun ini perkiraan, tapi punya landasan sains,” cetusnya.Temuan tersebut disusun oleh para peneliti dari Universitas George Washington.

Mereka mendapat angka itu dengan melacak jumlah kematian sejak Badai Maria melanda pada September 2017 hingga pertengahan Februari 2018. Sebagian besar warga menjadi korban akibat layanan kesehatan buruk ditambah kurangnya pasokan listrik dan air bersih. Padamnya listrik juga menyebabkan naiknya jumlah korban meninggal akibat diabetes dan sepsis.Kajian itu menyebutkan warga dari kawasan miskin di Puerto Rico punya kemungkinan 45% lebih tinggi meninggal dunia setelah badai menerjang.

“Hasil studi epidemik kami mengindikasikan bahwa secara tragis Badai Maria menimbulkan jumlah kematian berlebihan di seantero pulau,” kata ketua penyusun laporan tersebut, Carlos Santos-Burgoa. Pulau di kawasan Karibia yang masih bernaung di bawah kekuasaan Amerika Serikat itu dihuni oleh 3,3 juta warga AS dan sekitar 8% di antara mereka telah meninggalkan pulau tersebut setelah Badai Maria menerpa.

Selama hampir setahun, pemerintah Puerto Rico bertahan pada keterangan bahwa 64 orang meninggal dunia akibat badai itu. Padahal, badai yang membawa angin berkecepatan 241 kilometer per jam tersebut telah menimbulkan kerugian sebesar US$90 miliar (Rp1.318 triliun) dan menyebabkan seluruh pulau tidak mendapat pasokan listrik selama 84 hari, 64 hari tanpa air bersih, dan 41 hari tanpa sokongan jaringan telepon seluler.

 

 

 

 

Sumber Berita : bbc.com
Sumber foto : BBC.com

 

 

[social_warfare buttons = “Facebook, Pinterest, LinkedIn, Twitter, Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *