IHSG Diproyeksi Lesu Dihantui Perang Dagang AS-China

Analis memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (13/8). Sentimen global masih dominan menekan laju indeks.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan gerak indeks dibayangi perang dagang AS-China yang tak kunjung reda. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut AS belum siap dengan perundingan dagang dengan China, menimbulkan keraguan jika perang dagang bakal berakhir dalam waktu dekat.

Trump juga berhasil membuat bingung pasar dengan larangan pembelian produk dari raksasa telekomunikasi China, Huawei. Meskipun, pejabat Gedung Putih telah mengklarifikasi jika pernyataan Trump merujuk kepada pelarangan pembelian produk Huawei hanya bagi Pemerintah AS.

“Hal ini menimbulkan kekhawatiran di pasar terkait perundingan dagang AS-China,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

Karenanya, ia memprediksi IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 6.224-6.153 dan resistance 6.309-6.353.

Di tengah pelemahan tersebut ia merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menambahkan secara teknikal indeks menunjukkan tanda pelemahan lanjutan. Ia memperkirakan indeks bergerak di level support 6.200 dan resistance 6.320.

“Kami perkirakan IHSG akan kembali tertekan,” jelasnya.

Sementara itu, IHSG melemah pada penutupan perdagangan Senin (12/8) sore. Indeks ditutup di level 6.250 turun 31,53 poin atau 0,5 persen.

Lanjar menuturkan penurunan mayoritas harga komoditas menjadi katalis utama penekan IHSG. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,39 persen, batu bara acuan Newcastle turun 0,84 persen, nikel turun 2,08 persen, dan zinc turun 3,04 persen.

Saham-saham utama Wall Street kompak melemah pada perdagangan kemarin. Pelemahan dipicu aksi jual investor karena ketegangan geopolitik. Di sisi lain, perang dagang AS-China yang berlarut-larut memicu kekhawatiran terjadinya resesi.

Dow Jones turun 391 poin atau 1,49 persen menjadi 25.896. Lalu, S&P 500 turun 35,96 poin atau 1,23 persen menjadi 2.882, dan Nasdaq Composite turun 95,73 poin atau 1,2 persen menjadi 7.863.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : BeritaSatu.com

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *