Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp14.380 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.380 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasar spot Jumat (31/5) pagi. Posisi ini menguat 0,21 persen dibandingkan penutupan Rabu (29/5) yakni Rp14.410 per dolar AS.

Sementara pagi hari ini, mata uang negara-negara Asia bergerak bervariasi. Ringgit Malaysia melemah 0,13 persen, yuan China melemah 0,1 persen, rupee India melemah 0,06 persen, won Korea melemah 0,23 persen, dan dolar Singapura melemah 0,06 persen.

Sedangkan dolar Hong Kong dan peso Filipina tak bergerak terhadap dolar AS, yen Jepang menguat 0,26 persen, dan baht Thailand menguat 0,02 persen.

Di sisi lain, mata uang negara maju menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Pagi ini, euro tercatat menguat 0,08 persen, dolar Australia menguat 0,04 persen, dan poundsterling Inggris menguat 0,03 persen.

Direktur Utama sekaligus Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim rupiah pagi ini menguat cukup tajam. Salah satu penyebabnya, menurut dia, pelaku pasar mulai tenang karena negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China kemungkinan akan berlanjut pada KTT G20 di Tokyo pada 28-29 Juli mendatang.

“Harga minyak dunia juga terus mengalami pelemahan karena produksi minyak AS yang turun. RI importir minyak terbesar, saat impor minyak turun akan berdampak ke neraca dagang. Ini membangkitkan penguatan mata uang,” jelas dia.

Sementara dari dalam negeri, akan ada rilis laju inflasi di awal bulan. Ia memperkirakan inflasi pada bulan Mei akan stabil di kisaran 0,53 persen. “Biasanya kan Ramadan inflasi tinggi, ini bisa terkendali. Ini juga menyebabkan rupiah menguat,” terang dia.

Meski menguat pagi ini, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjandra memperkirakan rupiah bakal bergerak melemah pada hari ini. Pasalnya, pernyataan pejabat China yang menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai teroris ekonomi, kenaikan tarif impor AS kepada Meksiko, serta usulan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara oleh Trump meningkatkan ketegangan perang dagang.

“ini akan mendorong pelemahan aset berisiko, termasuk rupiah,” jelas Ariston.

Ariston pun memperkirakan hari ini rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.380-Rp14.500 per Dolar AS,” jelas dia.

 

 

 

 

 

Sumber : Cnnindonesia.com
Gambar : Berempat

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *