Rupiah Nyaris Tinggalkan Rp14 Ribu per Dolar AS Usai Pilpres

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.002 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (18/4). Rupiah melesat 0,59 persen terhadap dolar AS dibandingkan Selasa (16/4) di angka Rp14.085 per dolar AS.

Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia terbilang bervariasi. Terdapat mata uang yang melemah, seperti ringgit Malaysia sebesar 0,18 persen, won Korea Selatan yang melemah 0,06 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.

Namun terdapat pula mata uang yang menguat, seperti baht Thailand sebesar 0,05 persen, yen Jepang sebesar 0,06 persen, dan peso Filipina yang menguat 0,1 persen. Dolar Singapura sendiri tak bergeming terhadap dolar AS.

Pergerakan bervariasi juga terjadi pada mata uang negara maju. Euro tercatat melemah 0,03 persen, namun dolar Australia dan poundsterling Inggris masing-masing melemah 0,09 persen dan 0,04 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penguatan rupiah disebabkan oleh hasil sementara pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) Rabu (17/4) kemarin, di mana Presiden Joko Widodo sejauh ini masih ditetapkan sebagai pemenang berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga survei.

Menurutnya, pelaku pasar tentu akan berinvestasi lagi di Indonesia setelah muncul kepastian mengenai hasil pemilihan umum, siapapun pemenangnya. Hal ini akan menguntungkan rupiah, mengingat satu hari sebelumnya pelaku pasar bersikap menunggu (wait and see).

“Ketidakpastian pada Selasa kemarin adalah musuh terbesar pelaku pasar. Adapun, perdagangan hari ini rupiah akan ditransaksikan di level Rp14.015 hingga Rp14.150 per dolar AS,” jelas Ibrahim, Kamis (18/4).

 

 

 

 

 

Sumber : Cnnindonesia.com
Gambar : antaranews.com

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *