Rupiah Melemah ke Level Rp 14.525 per Dolar AS

Laju mata uang garuda pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (7/12/2018) melanjutkan tren pelemahannya ke posisi Rp 14.525 per dolar AS.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin, Rupiah ditutup melemah ke posisi Rp 14.520 per dolar AS. Hari ini, kurs garuda ditransaksikan pada kisaran Rp 14.515 – Rp 14.533 per dolar AS.

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada berpendapat, pelemahan Rupiah terimbas menguatnya laju dolar AS. Sementara, adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri belum cukup membuat laju Rupiah menguat.

Kata Reza, sentimen positif tersebut di antaranya, pernyataan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani di mana defisit anggaran hingga November 2018 mencapai Rp 287,9 triliun atau 1,95 persen dari PBD atau lebih rendah dari rencana APBN sebesar 2,19 persen. Realisasi belanja negara hingga November 2018 tercatat mencapai Rp 1.942,4 triliun atau 87,5 persen dari target APBN 2018 dengan pertumbuhan sebesar 11 persen

“Optimisme Pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi di tahun ini dapat mencapai 5,2 persen juga belum mampu membuat Rupiah menguat,” kata Reza.

Di sisi lain, pelemahan Rupiah terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada. “Adanya kejadian tersebut membuat pelaku pasar mengkhawatirkan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok sehingga mengantisipasinya dengan mengambil posisi pada USD. Akibatnya pergerakan USD kembali melanjutkan kenaikannya,” ujarnya.

Reza mengestimasi, akhir pekan ini laju Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.521 – Rp 14.509 per dolar AS.

 

 

 

 

 

Sumber :  tribunnews.com
Gambar : .blogspot.com

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *