Indonesia-Australia Sepakat Pentingnya Perempuan di Demokrasi

Pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) ke-11 diwarnai pertemuan bilateral antara Menlu Retno Marsudi dan Menlu Australia Maries Payne. Menarik karena keduanya menganggap penting peran perempuan dalam demokrasi.

“Saya menghargai pandangan Menlu Payne mengenai partisipasi perempuan dalam demokrasi. Karena Payne menyebutkan jika tidak ada perempuan dalam demokrasi maka tidak ada inklusivitas dan perwakilan,” ujar Menlu Retno Marsudi, di Nusa Dua, Kamis, 6 Desember 2018.

Sementara Payne mengatakan Bali Democracy Forum adalah struktur dan arsitek di sekitar pentingnya nilai demokrasi yang sudah menjadi akar kerja sama Indonesia dan Australia. Menurutnya kedua negara sudah bekerja keras secara regional dan internasional menjaga demokrasi.

“Sangat terhormat untuk berpartisipasi khususnya dalam panel mengenai demokrasi dan kemakmuran,” tutur Menlu Payne.

Tidak hanya dalam demokrasi, Menlu Retno dan Payne membahas tentang Indo Pasifik dan juga mengenai sentralitas ASEAN. “Indonesia mengharga dukungan Australia dalam sentralitas ASEAN dan dukungan untuk AHA Center di Jakarta. Kami juga sepakat untuk berkomunikasi membahas keterlibatan AHA Center di Rakhine State (Myanmar),” tutur Menlu Retno.

Bagi Payne, pihaknya melihat sentralitas ASEAN dan mengakui keamanan serta stabilitas dari Indo Pasifik tidak datang tiba-tiba. Menurut Payne, butuh kerja keras untuk bisa bersatu sebagai kawasan yang fokus pada keamanan dan stabilitas untuk masa depan.

“Australia akan bekerja sama erat dengan Indonesia dalam AHA Center. Lembaga ini sangat berguna untuk kawasan dan untuk ASEAN. Australia menganggap ini serius,” tegas Payne.

Australia menurut Payne sangat berkeinginan untuk terus bekerja sama dengan AHA Center khususnya mengenai penanganan pengungsi Rakhine di Cox’s Bazar, Bangladesh.

 

 

 

 

 

Sumber :  medcom.id
Gambar : Metrotvnews.com

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *