Menlu Amerika Temui Presiden Erdogan Bahas Jamal Khashoggi

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, membahas kasus hilangnya wartawan Jamal Khashoggi di Istambul, Turki. Cavusoglu menyebut pembicaraan dengan Pompeo bermanfaat dan membawa hasil.

Pertemuan ketiga pemimpin itu berlangsung selama 40 menit di kawasan bandara internasional Turki. Cavusoglu mengatakan pembicaraan fokus pada kasus hilangnya Khashoggi, wartawan berkewarganegaraan Arab Saudi. Sedangkan Pompeo dalam pertemuan itu berjanji akan memberikan data informasi tentang Khashoggi setelah dia menetap di Amerika Serikat.

Baik Cavusoglu maupun Pompeo tidak memberikan keterangan pada wartawan usai pertemuan. Cavusoglu hanya mengatakan pembicaraannya dengan Pompeo banyak manfaatnya.

Dikutip dari nbcnews.com, Pompoe tiba di Turki pada Rabu, 17 Oktober 2018, setelah sebelumnya menemui Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk membicarakan hilangnya Khashoggi. Pompeo meninggalkan ibu kota Ankara dan bertolak menuju Brussels, Belgia, pada pada hari yang sama pukul 12,30 siang.

“Mereka (Riyadh) telah membuat komitmen bahwa siapapun yang terkait pada perbuatan salah, maka orang tersebut harus bertanggung jawab, apakah itu pejabat negara atau masyarakat sipil,” kata Pompeo sebelum melakukan pertemuan dengan Presiden Erdogan.

Menlu Cavusoglu pada Selasa, 16 Oktober 2018, mengatakan tim penyidik dari Turki akan melakukan penggeledahan pada kediaman dan kendaraan konslu jenderal Arab Saudi di Istambul, Turki. Namun rencana ini dibatalkan karena otoritas Arab Saudi tak bisa ikut mengawasi proses penggeledahan.

Tim forensik dari Turki telah melakukan penggeledahan terhadap kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istambul pada akhir pekan lalu. Mereka mereka mengambil beberapa contoh tanah dan batu yang ada disana. Presiden Erdogan mengatakan tim penyidik telah mencari berbagai hal, mulai dari bahan-bahan toxic dan barang bukti lainnya.

Khashoggi, 59 tahun, warga negara Arab Saudi, menghilang setelah mengunjungi kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Dia mengasingkan diri ke Amerika Serikat sejak 2017 dan menjadi kolumnis di Washington Post. Hilangnya Khashoggi telah menjadi ujian bagi hubungan bilateral Amerika Serikat – Arab Saudi.

 

 

Sumber : Tempo.com
Gambar : VOAIndonesia

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *